Sabtu, 04 Agustus 2018

KEMENTERIAN SOSIAL, HIMBARA, DAN BULOG SALURKAN PKH TAHAP KE-3


Jakarta (3 Agustus 2018) - Kementerian Sosial RI bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap Ketaiga kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia yang diharapkan tuntas pada akhir Agustus 2018.  

“Kementerian Sosial bersama Himbara dan Perum Bulog menggelar rapat koordinasi percepatan penyaluran bantuan sosial non tunai PKH untuk tahap ketiga. Targetnya Agustus tuntas penyaluran,” tegas Menteri Sosial Idrus Marham dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Menteri Idrus mengatakan ada dua agenda penting yang dibahas dalam rapat. Pertama, mengevaluasi pelaksanaan bansos PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra). Kedua, percepatan penyaluran bansos PKH tahap ke-3, BPNT tahap ke-8, dan Beras Sejahtera. 

Terkait evaluasi penyaluran ketiga bansos tersebut, Mensos mengatakan untuk PKH tahap I bulan Februari dan tahap II bulan Mei telah disalurkan tepat waktu sebanyak 97%. Begitu juga penyaluran program beras sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada kuartal I 2018 sekitar 95% telah dilaksanakan sesuai jadwal.

“Ada tiga hal penting yang menjadi pemicunya,” kata Mensos.

Pertama, program bansos PKH, BPNT dan Bansos Pangan Rastra didasarkan pada cita-cita kemerdekaan dan amanat konstitusi yakni untuk “memajukan kesejahteraan umum” dan “negara memiliki tanggung jawab dalam memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar”. Ketiga program pengentasan kemiskinan tersebut juga selaras dengan Nawacita Presiden Joko Widodo diantaranya Membangun Indonesia dari Pinggiran, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, dan melakukan revolusi karakter bangsa. 

Kedua, sinergitas antara pemerintah dan lembaga-lembaga negara, sinergitas antar-kementerian dan antar-lembaga pemerintah (BULOG, HIMBARA, dan sebagainya), sinergitas antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan perusahaan swasta melalui berbagai modifikasi program-program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan melalui CSR. 

Ketiga, kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang langsung turun ke lapangan memastikan bahwa seluruh kebijakan dan program pembangunan nasional berjalan secara baik dan efektif guna mempertahankan prestasi pembangunan dan memastikan target penurunan angka kemiskinan. 

“Suksesnya penyaluran bansos ini turut mendorong turunnya angka kemiskinan,” kata Idrus. 

Seperti diketahui Badan Pusat statistik (BPS) telah merilis data tentang penurunan angka kemiskinan (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia sebesar 630 ribu orang menjadi 25,95 juta orang atau  9,82 persen per Maret 2018 dibandingkan per September 2017 (26,58 juta orang atau 10,12 persen). 

Apabila dibandingkan kondisinya setahun sebelumnya, yakni per Maret 2017 hingga Maret 2018, angka kemiskinan di Indonesia turun 1,8 juta jiwa, mengingat pada Maret 2017 angka kemiskinan masih sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen). 

“Untuk itu prestasi ini harus ditingkatkan pada penyaluran berikutnya,” tegas Mensos.

Percepatan Penyaluran

Poin penting kedua dalam rapat hari ini, lanjut Idrus, adalah terkait upaya yang ditempuh pemerintah bersama Himbara dan Perum Bulog untuk menuntaskan pencairan bansos pada Agustus.  

Ia mendorong jajaran Pimpinan Himbara turun ke lapangan dan memantau proses penyaluran,  memastikan KPM sudah dapat mengambil  bantuan di ATM, agen bank dan outlet bank yang terdekat dengan tempat tinggal KPM," terangnya. 

Mensos juga meminta kepada Dinas Sosial di kota dan kabupaten berkomunikasi dan berkoordinasi lebih intensif dengan Himbara. 

“Apabila anggaran PKH sudah masuk ke rekening KPM agar segera berkoordinasi dengan Dinsos kabupaten dan kota sehingga dinsos bisa menyusun jadwal pencairan dan mensosialisasikan kepada KPM melalui Pendamping PKH,” terangnya.  

Sementara itu Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan Himbara berkomitmen mendukung pemerintah dalam penyaluran bansos non tunai. Ada tiga hal yang melatarbelakangi Himbara terlibat langsung dalam program pemerintah.  

Pertama, untuk mensinergikan bansos dengan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) yang ada di setiap bank anggota Himbara. Kedua, meningkatkan efisiensi dengan metode penyaluran bansos non tunai. Dana bansos masuk ke rekening bank milik KPM dan untuk mengambilan uangnya dapat menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

“Hal ini juga sekaligus untuk mendukung _cashless society_ dan pemerintahan yang bersih karena anggaran langsung ditransfer ke rekening penerima,” paparnya. 

Ketiga, terhubung dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di setiap perbankan. Targetnya adalah anak-anak berprestasi dari keluarga KPM. Mereka adalah target dari Himbara untuk memperoleh beaswiswa. Atau bila ada yang memiliki jiwa entrepreneur akan diberikan bantuan untuk usaha. 

Rapat koordinasi percepatan penyaluran bansos diikuti jajaran pimpinan bank anggota Himbara yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN, Pimpinan Perum Bulog, serta seluruh pejabat eselon satu di Kementerian Sosial. Untuk mendukung kelancaran penyaluran bansos Agustus Tuntas Kementerian Sosial mengerahkan seluruh SDM Pelaksana PKH sebanyak 40.227 SDM di seluruh Indonesia. Sementara Himbara mengerahkan seluruh personel bank di tingkat cabang untuk mendukung penyaluran bansos.

Untuk diketahui bansos PKH untuk setiap KPM adalah Rp1.890.000 per tahun yang pencairannya terbagi dalam empat tahap pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. BPNT sebesar Rp110 ribu per bulan per KPM dalam bentuk e-wallet di dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Uang bansos BPNT dapat dibelanjakan beras dan telur di e-warong atau agen bank terdekat. Sementara BPNT diberikan kepada penerima manfaat sebesar 10 kg beras setiap hari.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1929702763994299&id=1682583695372875

Selasa, 31 Juli 2018

Sunariyah, KPM PKH Hebat Dibalik Kesuksesan Prestasi Anak-Anaknya


Rin Nanik, Pendamping Sosial saat kunjungan di rumah anak KPM PKH berprestasi M. Syafe'i 
Way Jepara, 31 Juli 2018. Syafei, begitu nama panggilannya. Seorang anak KPM PKH Desa Braja Sakti Kecamatan Way Jepara Lampung Timur, yang telah membuktikan kepada kita semua masyarakat Lampung khususnya Lampung Timur, bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk terus mengenyam Pendidikan tinggi dan berprestasi. Syafei menjadi salah satu bukti Eksistensi Program Keluarga Harapan (PKH), bukti bahwa PKH Komitmen untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia, mencerdaskan anak bangsa dan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan keluarga indonesia. Sehingga sudah selayaknya PKH menjadi program ungulan Pemerintah.

Muhammad Syafei (Nama lengkap Syafei), merupakan anak ke – 3 dari 4 bersaudara yang merupakan seorang putra pasangan Bapak Supandri dan ibu Sunariyah. Selama ini bapak Supandri bekerja apa saja (serabutan), mencari kelapa (dipanjat sendiri), terkadang menjadi tukang bangunan, ikut buruh mengecat genting dan buruh lainnya, namun semua ini beliau jalani dengan ikhlas dan semangat demi mendukung dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi ke empat putra dan putrinya. Beliau memiliki beberapa kambing peliharaan sebagai penopang kehidupan sehari- hari kelak. Sedangkan ibu Sunariyah adalah sesosok ibu yang luar biasa dan begitu hebatnya, meskipun tidak memiliki pekerjaan (Ibu Rumah Tangga Murni), namun beliau berusaha membantu suaminya dengan mengurus rumah tangga dan anak-anaknya secara baik.

Hal ini terlihat saat saya home visit ke rumah beliau, saya merasakan dan bisa melihat kehidupan keluarga yang Religi, sederhana, bersahaja (begitu hangat menyambut kedatanagan kami), karena kebetulan saya bersilaturrahmi beserta keluarga kecil saya. Tingkah laku dan gaya bicara mereka (bapak supandri sekeluarga dan anak-anaknya) begitu santun, sopan dan ramah, hal ini menunjukkan keberhasilan bapak Supandri dan ibu sunariyah telah berhasil memberikan pendidikan kepada anak-anaknya yang bersifat akademik maupun non akademik (salah satunya sisi mental sprirtual dan etika). Sungguh luar biasa.
Kesederhanaan keluarga Ibu Sunariyah dan Bapak Supandri

Bapak Supandri dan ibu Sunariyah memiliki 4 orang putra dan putri. Anak Pertama (Nama Puji Astuti)  Lulusan Bidik Misi Polinela masuk tahun 2010 dan lulus tahun 2013, Jurusan/ Prodi Kehutanan,  Memiliki segudang prestasi di buktikan banyaknya Piagam yang sudah diperoleh. Asal SMA N1 Way Jepara. Sekarang bertugas (dari dinas kehutanan lampung timur ) di propinsi Bengkulu  +  5 tahun s/d sekarang.

Anak kedua (Nama Dewi Nur Yulianti) Lulusan Bidik Misi Polinela Masuk tahun 2015 dan baru wisuda pada bulan april 2018, Jurusan/ Prodi Perkebunan. Asal SMK YPI Way Jepara. Memiliki segudang prestasi di buktikan banyaknya Piagam yang sudah diperoleh.

Anak ketiga (Nama Muhammad Syafei) Masuk Bidik misi Polinela tahun 2018, Jurusan/ Prodi Budidaya Perikanan. Asal SMA Muh 1 Way Jepara. Prestasi yang telah ditorehkan oleh Muhammad Syafei antara Lain : Sebagai petugas Paskibraka HUT RI ke 71 Kec. Way Jepara tahun 2016, Juara II Putra Dewasa dalam Lomba Tapak Suci di Purbolinggo tahun 2017, Peserta Gebyar lomba Sahabat Hizbul Wathan Lamtim Tahun 2017, Juara III LFPB Tk. SMA Se-Provinsi Lampung di SMKN 1 Metro tahun 2017, menjadi Mitra Korem 043/ Gatam tahun 2012, Peserta Kejuaraan Tapak Suci Inila CUP tahun 2014, dan sebagai Peserta Pelatihan Hafalan Al-Qur’an Metode Tikrar Tahun 2016
Sedangkan si bungsu Anak Ke empat (Nama Desi Nur Lailatul Fitriani), saat ini masih duduk di bangku sekolah di SMPN 1 Way Jepara Kelas 8.

Lebih lanjut bapak supandri mengatakan “ kami tidak bisa memberikan bekal harta kepada anak-anak kami, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan bekal ‘Ilmu’ (Pendidikan). Beliau berprinsip sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-qur’an (QS.[4]. An Nisaa‘: 9) 
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ
وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya:“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (an-Nisa’: 9)

Ayat-ayat sebelumnya berkaitan dengan masalah tanggung jawab orang dewasa terhadap generasi penerus yang bersifat materi. Dalam ayat 9 ini tersirat bahwa tanggung jawab terhadap keturunan, bukan hanya bersifat materi, tapi juga immateri seperti pendidikan dan pembinaan taqwa. (Pen.)

Subhanallah.
Ketika ngobrol dengan anak-anaknya, mereka mengatakan bahwa mereka bersemangat menempuh pendidikan, bahkan mereka ingin terus dapat melanjutkan pendidikan (jika ada rejekinya). Mereka sama sekali tidak pernah punya keinginan untuk ke luar negeri (sbg TKI) sebagaimana rekan-rekan mereka yang menjadi di TKI di Taiwan, Hongkong dan negara lainnya sejak lulus SMP, padahal mereka tinggal di lingkungan tetangga yg anaknya banyak ke mnjdi TKI.
Semoga dengan kisah inspirasi ini mampu menjadikan PKH khususnya dan keluarga Indonesia pada umumnya menjadi keluarga yang kuat, sehingga mampu mewujudkan negara yang  Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur Amiiin.  

Penulis: Rin Nanik, S.H.I Pendamping Sosial Kecamatan Way Jepara Kab.Lampung Timur

Senin, 30 Juli 2018

Bappenas: Penerima Bansos Tidak Boleh Merokok

Senin, 30 Juli 2018 - 18:35


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. Sumber foto: http://bit.ly/2AlSsxX

Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengusulkan agar penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non-tunai (BPNT) tidak boleh lagi merokok.

"Kita harus tegas. Siapa pun di keluarga penerima manfaat itu, apakah kepala keluarga yang merokok. Karena upah riil akan terganggu 10-11 persen. Akan lebih baik bisa dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan keluarga," kata Bambang yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu pada diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) dengan tema "Fakta Menurunkan Angka Kemiskinan" di Jakarta, Senin (30/7).

Rokok, ia mengakui, merupakan komponen yang cukup besar dalam perhitungan tingkat inflasi dan standar garis kemiskinan di Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu di bawah komponen beras dan berada di atas daging sapi, telur ayam dan lain-lain.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat menanggapi usulan tersebut dengan menyatakan sebetulnya dalam modul pertemuan pendamping PKH dengan keluarga penerima manfaat (KPM), salah satu topik yang dibicarakan adalah permintaan kepada peserta PKH agar  tidak ada yang anggota keluarganya merokok.

Bahkan, di berbagai kesempatan, kata Harry, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan agar bantuan PKH tidak boleh digunakan untuk membeli rokok, jika ketahuan dimanfaatkan. untuk rokok maka Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) akan dicabut. "Di modul Family Development Session (FDS) antara pendamping dengan peserta PKH kami tegaskan agar ibu-ibu tidak menggunakan uang PKH untuk rokok bahkan ingatkan bapak-bapak untuk mengurangi perilaku merokoknya karena bagi keluarga yang sangat miskin itu pengaruhnya sangat besar," tambah Harry, seperti dikutip Antara.

Dia mengingatkan, uang yang dibelikan rokok tersebut bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya seperti membeli susu, makanan bahkan untuk berobat atau kebutuhan anak sekolah.

Lebih lanjut dia mengatakan, melalui FDS yang rutin dilakukan diharapkan dapat mengubah perilaku dengan kesadaran, bukan dipaksa. Saat ini lewat sistem pendampingan yang lebih persuasif selalu diingatkan kepada ibu-ibu KPM PKH terkait topik kesehatan salah satunya mengenai rokok.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap garis kemiskinan adalah konsumsi rokok yang mencapai lebih dari sembilan persen setelah  beras pada peringkat pertama faktor inflasi.

REDAKSI- Andi Juandi

https://elshinta.com/news/151754/2018/07/30/bappenas-penerima-bansos-tidak-boleh-merokok

Minggu, 22 Juli 2018

ANAK KPM PKH LAMPUNG TIMUR UKIR PRESTASI MEMBANGGAKAN

Diah Andreani, Anak KPM PKH berprestasi bidang olah raga Bela diri atau Pencak Silat Nasional. 
Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilaku (wikipedia). Belajar juga tidak mengenal usia,golongan, ruang dan waktu. Bahkan ada istilah pepatah yang berbunyi “Belajar dimulai dari buaian hingga sampai liang lahat”. Hal ini yang menjadi salah satu motivasi beberapa anak KPM PKH untuk terus belajar dan berprestasi meski ditengah kondisi ekonomi keluarga yang minim. Seperti yang terjadi di Kabupaten Lampung Timur ada beberapa anak KPM PKH yang mengukir prestasi akademik maupun non akademik tepatnya di kecamatan Way Jepara. kabar baik ini tidak terlepas dari peran beberapa pihak baik keluarga,sekolah,lingkungan maupun anak KPM itu sendiri. 
Kunjungan Kusnudin Pendamping Sosial di rumah KPM desa Sri Rejosari 

Diah Andreani (18), Putri dari Ibu Lastri yang merupakan salah satu keluarga penerima manfaat PKH di desa Sri Rejosari. Meskipun kondisi ekonomi keluarganya sederhana namun tidak membuat dia patah semangat dan putus asa. Pembawaan yang kalem dan santun tidak banyak yang tahu bahwa ternyata dia adalah seorang pendekar bela diri atau pencak silat. Bahkan menjuarai beberapa perhelatan perlombaan mulai tingkat kecamatan,kabupaten,provinsi hingga tingkat  nasional. Beberapa prestasi yang telah berhasil ditorehkannya adalah :


  1. Juara 2 kelas b putri pencak silat Batavia utara championship 23-26 Oktober 2017 (nasional) ,
  2. Juara 2 kelas 2 b putri (perak) pencak silat Lampung championship 2017  (provinsi Lampung),
  3. Juara 3  seni tunggal putri try out pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate tingkat provinsi Lampung, 29-31 Desember 2016, 
  4. Juara 2 cabang pencak silat tunggal putri pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (o2sn) 14-15 Maret 2016, 
  5. Juara 3 seni tunggal putri pada Turnamen SH Cub kabupaten Lampung Timur 25-26 Februari 2017, 
  6. Juara 3 kelas a putri pada Turnamen SH Cub 25-26 Februari 2017.

selain itu, siswi yang punya hobi seni rupa ini baru saja diterima di perguruan tinggi Universitas Lampung (UNILA)  jurusan Tekhnik Geodesi melalui  jalur beasiswa Bidik Misi. Dia bercita-cita ingin menjadi salah satu inspirasi untuk anak-anak KPM PKH lain di lingkungannya.
Rin Nanik, Pendamping Sosial saat kunjungan dirumah anak KPM berprestasi bidang Kimia tingkat Provinsi

Ela Nur Anisa (18), mahasiswi baru penerima beasiswa Bidik Misi jurusan Pendidikan Kimia di Universitas Lampung (UNILA). Lahir dari pasangan bapak Mustakim dan Ibu Maratus Solekah yang merupakan salah satu penerima manfaat PKH di desa Braja Sakti. Hidup ditengah keluarga yang sederhana tidak membuatnya minder dan pesimis. Bahkan, Ela sapaan akrabnya berhasil menorehkan sebuah prestasi yang membanggakan yaitu juara 2 LCT Kimia SMA/Sederajat Se-Provinsi Lampung 27 Agustus 2017 di UNILA. Prestasi ini tentunya mampu memberikan sebuah motivasi untuk dirinya maupun untuk lingkungan sekitarnya.

Lain halnya dengan Yana Setiawati (17), siswi kelas 12 MA Ash-Shidiqi Mataram Baru yang jago berbahasa Inggris dan pidato ini tinggal dan dibesarkan oleh neneknya yakni ibu Trubus yang merupakan salah satu penerima manfaat  PKH di desa Braja Fajar. Sejak kecil dia ditinggalkan oleh bapak dan ibu di tempat neneknya. Yana sapaan akrabnya, kini menjalani aktivitas belajarnya di Madrasah dan Pondok Pesantren. Tempat dimana ia menempa diri dan mengasah potensi dirinya. Walaupun ditengah keterbatasan kasih sayang dari orang tuanya tidak membuatnya minim prestasi, seperti menjuarai beberapa kegiatan perlombaan baik tingkat sekolah maupun tingkat kabupaten. Beberapa raihan prestasi yang berhasil ditorehkannya adalah :


  1. Juara 1 lomba dai kegiatan 6th Gebyar Smansawara Competition antar SMA se-Lampung 10 April 2018
  2. Juara 3 cabang Khat Hias Mushaf putri dalam MTQ XIV tingkat kabupaten Lampung Timur 24-27 November 2015
  3. Juara 2 MC dalam GEBYAR KPM IAIN Metro se-kecamatan Mataram Baru 18 Februari 2018
  4. Juara 1 lomba Tahfidz Putri (umum) Gebyar Milad Yayasan Ash-Shidqi Mataram Baru 21 April 2018
  5. Juara 1 lomba pidato tingkat MTS Darul Huda 2 dan MA Ash-Shidiqi 11 Januari 2016
  6. Juara 2 lomba Kaligrafi tingkat MTS Darul Huda 2 dan MA ash-shidiqi 11 Januari 2016
  7. Juara 2 Lomba Kaligrafi Putri Gebyar Milad Yayasan Ash-Shidiqi Mataram Baru 21 April 2018


Yana berharap kedepan dia dapat melanjutkan jenjang pedidikannya di Perguruan Tinggi setelah dia menyelesaikan pendidikannya di Madrasah. Dia bercita-cita menjadi salah satu orang yang mampu memberikan pengalaman dan ilmunya kepada orang lain khususnya di pesantren yang telah membesarkannya.
Yana Setiawati,  Siswi yang jago Bahasa Inggris, Pidato dan Khat Kaligrafi

Sejak PKH direalisasikan di Kabupaten Lampung Timur yakni pada tahun 2014 telah banyak memberikan manfaat yang signifikan. Manfaat itu meliputi bidang kemandirian ekonomi melalui KUBE PKH,bidang perilaku hidup atau pola piker melalui P2K2,bidang pendidikan dan prestasi melalui penjaringan siswa-siswi prestasi dan bidik misi. Hal ini perlu lebih dioptimalkan lagi terutama oleh stakeholder terkait dan SDM PKH itu sendiri agar dapat memperolah capaian yang maksimal.



Penulis: Mustajab,S.Pd Pendamping Sosial Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur

JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI INDONESIA TURUN 1,8 JUTA



Jumlah penduduk miskin di Indonesia turun 1,8 juta jiwa dalam kurun waktu Maret 2017 hingga Maret 2018.

Hal ini mengemuka dalam Dialog Nasional PKH Indonesia Maju yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Rabu (18/7). Dialog ini menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI Harry Hikmat, Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasi, Anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis, Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Sarmuji.

Dirjen Linjamsos menjelaskan pada September 2017 Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen), berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).

"Capaian ini menurut BPS disebabkan antara lain bansos tunai meningkat 87,6 persen. Jumlah penerima PKH tahun 2017 sebanyak 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan meningkat hingga 10 juta KPM tahun 2018. Pada tahap I bulan Februari dan tahap II bulan Mei telah disalurkan tepat waktu sebanyak 97%. Begitu juga penyaluran program beras sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) pada kuartal I 2018 sekitar 95% telah dilaksanakan sesuai jadwal," terang Dirjen.

Sementara itu di tempat yang sama Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sarmuji mendukung rencana kenaikan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2019 menjadi Rp32 triliun dengan catatan disalurkan tepat sasaran dan sesuai tujuan program.

Baca selengkapnya di sini:
https://www.kemsos.go.id/berita/dialog-nasional-pkh-indonesia-maju-jumlah-penduduk-miskin-turun-18-juta-jiwa

Jumat, 20 Juli 2018

MENUMBUHKAN HARAPAN BERSAMA FAMILY DEVELOPMENT SESSION PKH


Family Development session atau lebih sering disingkat FDS merupakan sebuah inovasi baru yang telah di rancang dan dikembangkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Bank Dunia khususnya pada Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini merupakan sebuah pengembangan atau penyempurnaan dari pertemuan kelompok Keluarga Penerima Manfaat PKH. Diibaratkan jika sekolah mempunyai sebuah bangunan ruang kelas,kurikulum,guru dan murid maka FDS juga mempunyai peran bagian yang vital yaitu sebagai kurikulum atau sebuah materi yang telah diuji coba dan dipraktikan secara terarah,terukur dan praktis untuk diapilkasikan dalam sebuah kondisi atau lingkungan sasaran. Sedangkan pendamping disini bisa diibaratkan sebagai guru atau fasilitator dalam memandu kegiatan pelaksanaan FDS dimana akan dibangun sebuah suasana interaksi dua arah antara pendamping dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kondisi interaksi kegiatan FDS ini bertujuan untuk membangun sebuah kepercayaan diri pada KPM dalam upaya menjadi orang tua yang lebih baik untuk keluarga mereka. Selain itu juga interaksi dua arah ini bisa menjadi saling tukar pengalaman atau sharing dalam pola pengasuhan anak antar KPM sehingga dapat diambil sebuah pengalaman yang baik untuk diterapkan dalam lingkungan keluarga masing-masing.

   PKH dapat diibaratkan sebuah sekolah atau rumah bagi para KPM maupun Pendampingnya. Bagi KPM rumah dimana tumbuhnya sebuah harapan-harapan untuk maju dan menjadi keluarga yang mampu berdiri lebih baik dari sebelumnya. Rumah dimana tempat menempa kemampuan diri untuk menjadi lebih percaya diri melalui kegiatan FDS ini. Rumah besar ini akan senantiasa terjaga dan mengasilkan sebuah karya nyata baik melalui sentuhan tangan pendamping maupun KPM itu sendiri. Kegiatan FDS ini juga bisa diibaratkan sebagai sebuah air jernih dimana air jernih ini yang harus di isikan dalam sebuah botol dengan cara sedikit demi sedikit sampai botol tersebut penuh terisi.  Sebagaimana pesan dan motivasi yang ada dalam beberapa materi FDS ini agar terus di sampaikan dan diaplikasikan pada KPM setiap pertemuan kelompok. Maka sudah seharusnya pendamping untuk dapat lebih mengoptimalkan pertemuan kelompok yang didalamnya terdapat kegiatan FDS.  

“Selamat datang ibu-ibu di pertemuan kelompok ini dan terima kasih atas kehadiran serta keluangan waktunya”  salam pembuka yang diucapkan oleh Mustajab sebagai Pendamping Sosial kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur saat mengawali kegiatan FDS di Kecamatan Way Jepara. “ kegiatan pertemuan kelompok kali ini berbeda dengan yang lalu ibu-ibu, hari ini kita akan bersama-sama belajar tentang Pengasuhan dan Pendidikan anak”. Lanjut kata Pendamping. “ Nah, didalam kegiatan ini kita akan berdiskusi atau ngobrol tentang bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik? Saya yakin dan percaya bahwa ibu-ibu disini adalah orang tua yang sangat baik dan sudah terbukti paham cara menjadi orang tua yang baik serta menyanyangi anak-anaknya. Namun tidak ada salahnya jika kita bersama-sama berbagi pengalaman masing-masing dalam pola pengasuhan dan pendidikan anak agar nanti dapat diadopsi untuk diterapkan dikeluarga kita masing-masing. Sekarang saya mau bertanya kepada ibu-ibu semua kenapa kita harus menjadi orangtua yang lebih baik? Coba dijawab ibu-ibu …demikian pendamping memberikan pertanyaan untuk memulai langkah 1 sesi 1. “ agar anak kita bisa jadi baik mas” jawab ibu Binti. “ ya biar supaya anak-anak kita nasibnya tidak seperti orang tuanya mas” tutur ibu wayan. Dan masih banyak jawaban-jawaban lain yang disampaiakan oleh KPM.” Baik ibu-ibu, terimakasih atas jawaban supernya, semua jawabannya benar dan bagus. Untuk menghasilkan hasil asuhan dan didikan yang bagus dibutuhkan sebuah sosok untuk dijadikan sebagai contoh teladan agar anak-anak kita nanti menjadi lebih baik”. Tutur Pendamping mengakhiri langkah 1 sesi 1.

Dilangkah selanjutnya pendamping mengkondisikan KPM menjadi beberapa kelompok kecil dan mengajak KPM untuk menyampaikan satu atau dua hal berkaitan dengan pola asuh dan pendidikan anak dirumah. Dari rangkaian kegiatan ini beberapa KPM sudah nampak sekali antusiasnya untuk menyapaikan beberapa hal bahkan dapat menyampaikan gagasan-gagasan berkaiatan dengan topiknya. “ saya bersyukur mas dapat bergabung dalam kegiatan ini, saya dapat menambah wawasan tentang bagaimana menjadi orang tua yang lebih baik. Selama ini saya kadang merasa pesimis dengan masa depan anak saya, namun setelah bergabung dalam kegiatan ini dan bisa tukar pengalaman dengan ibu-ibu yang lain maka saya yakin dapat lebih baik untuk kedepannya”. Ungkap ibu Sri Rusmiyati.
Kegiatan FDS ini diakhiri dengan beberapa kesimpulan yang disampaikan Pendamping ke KPM. Pendamping mengucapkan terimakasih atas kehadiran KPM serta meminta kepada peserta untuk mempraktekkan dirumah masing-masing.

Selasa, 17 Juli 2018

REKATKAN KEBERSAMAAN, PKH LAMPUNG TIMUR GELAR GATHERING

LAMPUNG TIMUR, (16/07). Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) kabupaten Lampung Timur gelar kegiatan Gathering dan Outbond bersama di pantai Kerang Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Minggu 15 Juli 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan produktivitas kinerja SDM PKH kabupaten Lampung Timur. Selain itu juga, ikut mensosialisasikan potensi-potensi tempat wisata local yang ada di kabupaten Lampung Timur. Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini diikuti sebanyak 50 orang SDM PKH yang terdiri dari Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Lamtim 1 dan 2 serta Pendamping Sosial dari tujuh kecamatan. Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator yang juga merupakan Pedamping Sosial yakni, Mustajab,Aris Ariyanto,Imam Wahyudin,Ali Hamid dan Maya Susanti.outbond diawali dengan membuat lingkaran kebersamaan dan saling bergandeng tangan dimana fasilitator berada ditengah-tengah lingkaran. Filosofi dari lingkaran ini adalah mencerminkan sebuah kebersamaan,kekompakan,kesatuan dan keselarasan antar SDM PKH kabupaten Lampung Timur. Walaupun awalnya sedikit canggung, antusiasme peserta nampak sejak kegiatan ini mulai dibuka dengan beberapa yel-yel dan jargon-jargon semangat yang dipandu oleh fasilitator. Kegiatan berlanjut dengan beberapa Ice Breaking ringan yang bertujuan untuk mencairkan suasana diantara peserta dan fasilitator. Pembagian grup dan penampilan masing-masing grup dengan performance yel-yel terbaik merupakan lanjutan dari pencairan suasana atau pemanasan kegiatan. Memasuki pukul 10.00 pagi kegiatan berlanjut dengan fun game,challenge game dan team building game. Disini peserta atau kelompok akan diajak untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh setiap individu melalui media game. Kemampuan dan kelemahan masing-masing individu akan di explore sehingga akan timbul kepercayaan diri. Selain itu juga Kebersamaan, saling percaya dengan anggota kelompok,kepedulian dan rasa saling memiliki akan mulai terbentuk. Korkab PKH Lamtim 1, Asep Hermawan mengatakan “ Mantab dan sukses kawan-kawan,tambah kompak dan solid selalu. Semoga acara hari ini bisa menjadikan semangat lagi dalam menjalankan tupoksi berbagai Pendamping Sosial dan terus naikan produktivitas.” Hal senada juga disampaikan oleh Ali Muslim, Korkab PKH Lamtim 2 “melalui kegiatan ini mudah-mudahan Pendamping Sosial dapat menularkan energy positif terhadap KPM, merubah pola pikir yang bertahun-tahun dijalani KPM memang berat namun tidak hal yang mustahil jika Tuhan berkehendak melalui tangan pendamping.” Pungkasnya. Makan bersama dan pembagian doorprize untuk para pemenang game merupakan penutup dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan ini. Harapan kedepan mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk SDM PKH dan dapat terlaksana lebih baik tahun berikutnya. Penulis : Mustajab,S.Pd Pendamping Sosial Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur
 

Blogger news

Blogroll

Temukan Saya